HUKRIM  

Sadis! Seorang ODGJ di Mataram Tusuk Korban Hingga Tewas, Polisi Olah TKP

Keterangan Foto: Polresta Mataram Usai Olahraga TKP.

Mataram, MerdekaNTB.Com–Peristiwa terjadinya kasus penganiyaan yang mengakibatkan meninggalnya atau hilangnya nyawa korban Muhdan, (45), Selasa, (06/09), Sat Reskrim Polresta Mataram kembali melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) lanjutan di Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Rabu, (07/09).
Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa ST SIK mengatakan, siang hari ini kami Sat Reskrim Polresta Mataram bersama Unit Identifikasi serta Kanit Pidum Sat Reskrim Polresta Mataram melaksanakan kegiatan olah TKP lanjutan terkait adanya peristiwa penganiyaan yang menyebabkan meninggalnya ataupun hilangnyanya seseorang yang terjadi kemarin sore menjelang malam di Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram.
“Kami sudah melakukan olah TKP tadi malam tapi karena cuaca malam jadi situasi kurang mendukung sehingga kami melanjutkan olah TKP pada siang hari ini dengan sementara dari Kios korban sebanyak 3 adegan sampai dengan TKP Penusukan ada 1 adegan jumlah 4 adegan,” ungkapan Kompol Kadek saat diwawancarai sejumlah Awak media usai melakukan olah TKP di Lapangan.
Lanjut Kadek, kemarin juga kami sudah melakukan pemeriksaan para saksi, juga sudah mengecek di rumah sakit kota Mataram dan juga sudah melakukan kegiatan pemeriksaan fisik ataupun visum luar terhadap korban.
“Namun pada siang hari dilanjutkan dengan kegiatan otopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara. Mungkin nanti kalau selesai kegiatan otopsi dilakukan kami akan menyampaikan otopsi sementara,” jelasnya.
Peristiwa yang kami temukan dari sudut pandang Korban maupun keluarga Korban bahwa terduga pelaku secara frontal memancing kemarahan korban sehingga sempat duel sebentar.
“Namun karena terduga pelaku menggunakan senjata tajam akhirnya korban melarikan diri dan sempat terjatuh di gord dan disaat itu korban jatuh di situlah terduga pelaku menusukkan senjata tajam di tubuh korban,” terangnya.
Salambungnya, Kami pun masih mempelajari bagian-bagian mana yang terkena tusukan pada korban dan nantinya kita akan sampaikan setelah proses otopsi selesai.
“Untuk motifnya masih kita dalami karena kami juga masih memeriksa keterangan para saksi dan juga mensinkronkan antara hasil olah TKP dan keterangan para saksi,” tuturnya.
Kalau kondisi terduga pelaku kebetulan bukan penyidik yang menyimpulkan bahwa terduga pelaku ini mengalami gangguan jiwa ataupun tidak, nanti kami akan berkoreksi dengan instansi samping yaitu rumah sakit jiwa untuk melakukan kegiatan observasi kejiwaan.
“Nanti kesimpulan terduga pelaku, ada gangguan jiwa atau tidak itu tergantung dari rumah sakit jiwa provinsi NTB, Hasil Visum luarnya yang kami lihat di Rumah Sakit Kota Mataram ada beberapa luka tusukan dan luka sayatan didada, punggung, tangan, dan lengan,” tandasnya.
Ditambahkannya, secara kompleksnya, akan kami jelaskan setelah selesai otopsi, karena otopsi akan bersifat final nantinya dan nantipun Dokter Forensik akan menyampaikan dimana luka kepada korban ataupun organ vital mana yang mengenai tubuh korban.
“Untuk rumah terduga pelaku sedikit rusak tapi sudah kami amankan dan kami sudah menghimbau kepada masyarakat agar tidak ada kegiatan pengerusakan lanjutan dan kami menyampaikan supaya proses penanganan lanjutannya percayakan kepada Polres Mataram.
Penulis: Jul
Editor: Fesal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *