Optimalisasi Strategi Sektor Kehutanan dan lingkungan Dalam Terwujudnya Folu Net Sink 2030 di NTB

Keterangan Foto: Seminar Lingkungan di Universitas Mataram. 

Oleh: Sekretaris Dinas LHK Provinsi NTB

Mataram, merdekantb.com Himpunan Mahasiswa jurusan kehutanan Mengadakan Kegiatan Seminar Strategi Implementasi Folu Net Sink 2030 Di Provinsi NTB yang di selenggarakan oleh Himasylva Pc-Unram. Latar belakang yang menyebabkan adanya FoLU NET Sink di Indonesia adalah terjadinya permasalahan perubahan iklim. Perubahan iklim disebabkan oleh adanya emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari Industri berbahan bakar fosil; Gedung, perubahan, pertokoan Pengguna bahan bakar fosil; Transportasi berbahan bakar fosil; Listrik dari bahan bakar fosil; pembakaran hutan, degradasi dan deforestasi. Akibat dari adanya emisi GRK ini dapat mengancam kehidupan makluk hidup, yakni dapat menyebabkan Kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan; Anomali Iklim (peningakatan El- Nino dan atau La- Nina), Iklim Ekstrim; Peningkatan tinggi permukaan air laut; Masalah produktifitas tanaman pangan tidak mendukung kehidupan; Masalah bencana alam (kekeringan, banjir, angin); Ancaman kehidupan; Hilangnya daratan; Kelangakan Water, Energy dan Food (WEF); Penurunan keanekaragaman hayati; Kerusakan infrastruktur dan Resiko terhadap kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan bagi masyarakat.

Terdapat 2 komitmen untuk memberikan kontribusi meningkatkan secara internasional penurunan emisi gas rumah kaca (GRK), yakni Komitmen Indonesia dinyatakan dan ditegaskan dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang memuat target komitmen penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% (Counter Measure /CM 1) sampai dengan 41% (CM 2) dibandingkan Business As Usual (BAU) pada tahun 2030.Ambisi ditingkatkan menjadi 31.89% unconditionally dan 43.20% conditionally pada 2030 sebagaimana dinyatakan dalam Enhanced NDC yang telah disampaikan kepada UNFCCC pada September 2022.
Komitmen sektor kehutanan indonesia
• Pada UNFCCC COP-26 Glasgow
Indonesia meningkatkan target ambisius dengan dukungan kerjasama teknis internasional. Komitmen Indonesia tercantum di dalam dokumen Updated Nationally Determined Contribution (NDC) dan Long-Term Strategies for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) 2050.
• Target sektor : FOLU (Forestry and Other Land Use)
Net Sink pada Tahun 2030 (tingkat serapan pada sektor FOLU sudah berimbang atau lebih tinggi dari pada tingkat emisinya)
• Target keseluruhan sektor
netral karbon/net-zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.
• Keputusan MenteriLHK Nomor 168/2022, 24 Februari 2022 tentang Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FoLU) Net Sink 2030 untuk Pengendalian Perubahan Iklim.
•Upaya Indonesia untuk mencapai Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 perlu diikuti dengan alokasi lahan yang selektif dan terkontrol untuk pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan yang adil dan merata bagi masyarakat Indonesia
• FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui penurunan emisi GRK dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan kondisi dimana tingkat serapan sama atau lebih tinggi dari tingkat emisi.
Sasaran yang ingin dicapai melalui implementasi Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030, mendukung net zero emission sektor kehutanan dan guna memenuhi NDC yang menjadi kewajiban nasional Indonesia sebagai kontribusi bagi agenda perubahan iklim global, dengan memperhatikan visi Indonesia yang lebih ambisius dalam dokumen LTS-LCCR.

Upaya dalam mewujudkan indonesia FoLU Net Sink 2030
Pengurangan Laju Deforestasi Lahan Mineral;Pengurangan Laju Deforestasi Lahan Gambut dan Mangrove; Pengurangan Laju Degradasi Hutan Lahan Mineral; Pengurangan Laju Degradasi Hutan Lahan Gambut dan Mangrove; Pembangunan Hutan Tanaman; Pengelolaan Hutan Lestari; Rehabilitasi Dengan Rotasi; Rehabilitasi Non Rotasi; Restorasi Gambut dan Perbaikan Tata Air Gambut; Rehabilitasi mangrove dan aforestasi pada kawasan bekas tambang; Konservasi Keanekaragaman Hayati; Perhutanan Sosial; Introduksi Replikasi Ekosistem, Ruang Terbuka Hijau dan Ekoriparian; Pengembangan dan Konsolidasi Hutan Adat; Pengawasan dan law enforcement dalam mendukung perlindungan dan pengamanan kawasan hutan.
Bagaimana FoLU NET SINK 2030 di Provinsi NTB
Isu strategis
1. Capaian indeks kualitas lingkungan hidup (iklh) cenderung menurun
2. Penanganan sampah dan limbah belum optimal
3. Degradasi hutan dan lahan
4. Penegakan hukum terhadap eksploitasi ilegal logging masih lemah
5. Kelembagaan pengelola hutan belum operasional secara optimal
6. Pemanfaatan potensi sumber daya hutan masih terbatas
7. Masih rendahnya nilai tambah produk kehutanan

Sumber emisi di NTB
Sektor kehutanan
Perubahan Fungsi Kawasan (legal dan illegal), menghilangkan cadangan karbon (pohon, pohon mati, kayu mati, necromass, tanah)
Penebangan Pohon, menghilangkan cadangan karbon pada pohon dan pohon mati
Kebakaran Hutan, menghilangkan seluruh cadangan karbon (pohon, pohon mati, kayu mati, necromass, tanah)
Sektor lingkungan hidup
Sampah, Limbah, Transportasi, Pertanian, Peternakan dll
Tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung LH
NTB HIJAU menjadi salah satu program unggulan Dinas LHK NTB
Kegiatan Yang Mendukung Implementasi Folu Net Sink 2030 Di NTB
Pencegahan penurunan cadangan karbon :
1. Pelatihan pencegahan penanggulangan kebakaran hutan
2. Penyidikan, patrol pengamanan hutan, dan penjagaan pos jaga hasil hutan
3. Fasilitasi temu usaha wisata alam pada hutan lindung
4. Sosialisasi dan pembinaan penatausahaan hasil hutan
5. Sosialisasi hasil tata batas, dan lain-lain
6. Perekrutan tenaga pengaman hutan sebanyak 550 orang.
7. Pembentukan SATGAS Pemberantasan Ilegal logging
Peningkatan cadangan karbon :
1. Reboisasi dan pengkayaan pada hutan konservasi
2. Reboisasi dan pengkayaan pada hutan lindung
3. Rehabilitasi di dalam dan di luar kawasan hutan.
4. Pembinaan Sumber Benih
5. Rehabilitasi Sumber Mata Air, dan lain-lain

Narasumber kegiatan Seminar yaitu:
1. Julmansyah, S.Hut., M.A.P (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB)
2. Umar Nasir, S.Sos., M.Sc. (Kepala Balai Pengelolaan DAS HL Dodokan Moyosari)
3. Agus Mulyadi Ashari, S.P. (Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi DAS Lembaga Transform NTB)

Pewarta: Fesal
Editor: M. Shopian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *