NTB Lumbung Beras, ini Kata Pengamat Ekonomi Unram

Keterangan Foto: Dr. Iwan Harsono Pengamat Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (Unram). 

Mataram, merdekantb.com–Harga beras terpantau masih dalam tren naik, di NTB hari ini harga berbagai jenis beras naik membuat Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Dr Iwan Harsono begitu heran.

Menurut Iwan, NTB merupakan salah satu provinsi lumbung beras yang ada Indonesia.

Secara nasional, Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag/ EWS Kemendag) mencatat, jika dibandingkan harga 1 Juli 2022, harga beras per 22 September 2022 naik 1,6% atau Rp200 jadi Rp12.700 per kg untuk jenis premium. Sedangkan harga jenis medium naik 1,92% atau Rp100 jadi Rp10.600 per kg. Data dikutip Selasa (21/02/2023 pukul 10.56 WIB).

“Saya juga heran ini, kata mereka 10 bulan ke depan beras aman,”tuturnya,,

“Harus ditindak cepat, beras itu komoditas politik, kebutuhan paling utama masyarakat. Kalau tidak ada beras, akan memincu tindakan kriminal dan tindakan negatif lainnya,” terangnya.

Sejauh ini, ia memprediksi ada oknum yang bermain sehingga menyebabkan harga beras di NTB sangat melonjak.

“Indikasinya itu, yang pertama, ada yang menimbun hingga peredaran di masyarakat kurang. Kedua, ada kebocoran, dalam daerah belum terpenuhi, tapi dikirim di luar,” lanjut Iwan.

“Dua hal itu harus benar-benar di atasi serta diatensi dan ditindak tegas oleh pemerintah, Nusa Tenggara barat ( NTB ).

Pewarta: Fesal
Editor: Pian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *