OPINI  

Menyongsong Pemilu 2024 ; Saatnya Anak Muda Berlaga

Keterangan Foto: Abdul Gafur. 

Oleh : Abdul Gafur. 

Mataram, merdekantb.com– Memasuki tahun 2024 yaitu tahun politik, masyarakat kembali memilih pemimpin mereka baik itu Presiden dan wakil Presiden, DPR, DPRD, Kepala Daerah, kesemuanya akan dipilih secara serentak di tahun yang sama.

Dalam kehidupan berdemokrasi di suatu negara salah satunya ditentukan oleh seberapa besar partisipasi politik dari masyarakatnya. Partisipasi itu akan tampak ketika masyarakat ikut terlibat secara aktif dalam kehidupan berpolitik. Contohnya, ketika pemilihan presiden, kepala daerah, atau saat memilih wakil-wakil mereka yang akan duduk di kursi parlemen, baik di pusat maupun di daerah.

Menurut pakar ilmu politik, mendiang Miriam Budiardjo dalam bukunya partisipasi dan partai politik, tinggi atau rendahnya partisipasi politik di masyarakat menjadi indikator penting bagaimana perkembangan berdemokrasi di negara tersebut. Semakin tinggi tingkat partisipasi politik masyarakatnya, maka itu menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap perkembangan politik di negara mereka. Sebaliknya, semakin rendah angka partisipasi politik masyarakat di suatu negara menjadi pertanda kurang baik.
Dalam proses berdemokrasi tadi, terdapat kelompok-kelompok di masyarakat yang akan ikut mempengaruhi tinggi-rendahnya tingkat partisipasi politik. Salah satunya adalah anak-anak muda.

Pandangan anak muda perihal politik selalu buruk, biasanya menyebut politik itu kotor, politik itu kawan jadi lawan, lawan menjadi kawan, tidak ada yang abadi, politik juga dipandang ladang kotor yang berorientasi pada uang.

Padahal berdinamika di kampus dan organisasi termasuk bagian dari politik, tetapi masih sangat sedikit anak muda yang terjun ke dunia politik praktis.

Lagi-lagi dengan alasan cost politic yang mahal membuat anak muda enggan bergabung ke dunia politik.

Minimnya anak muda di dunia politik praktis bisa dilihat dari jumlah anggota DPR RI, DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II, walaupun ada beberapa daerah politisi muda yang bersinar namun tetap jumlahnya masih sangat sedikit.

Dalam tulisan ini saya mencoba mengajak anak-anak muda untuk berani terjun ke dunia politik praktis, Ada beberapa alasan mengapa anak muda penting untuk berpolitik.

anak muda adalah generasi penerus, ya lambat laun akan mengisi kekosongkan di negeri ini seperti Presiden, Anggota Legislatif dan semua sektor yang ada di pemerintahan dan kesemuanya akan mengalami penuaan.

Mau tidak mau anak muda yang akan menggantikan mereka, bahkan harapan dari orang tua agar anak muda banyak mengisi ruang di jajaran eksekutif, legislatif serta yudikatif, dan juga beberapa posisi penting di negeri ini.

Regenerasi adalah sebuah kepastian, maka dari itu harus banyak anak muda yang terjun ke politik agar bisa mengganti orang-orang yang produktivitasnya mulai menurun baik di eksekutif maupun di legislatif.

Anak muda juga bisa-bisa memutus oligarki, Hari ini banyak politisi yang mengajak keluarganya terjun ke dunia politik, tak lain dan tak bukan untuk meneruskan perjuangan politisi tersebut, tapi bagi masyarakat hal tersebut sangatlah tidak pantas apalagi jika pemerintahan dikuasai oleh keluarga.

Tidak sedikit anak muda yang saat ini berteriak untuk menolak politik oligarki, tapi sayang masih sedikit pula anak muda yang terjun ke politik, padahal dengan banyaknya anak muda yang terjun ke politik akan memutus politik oligarki yang terjadi.

Karena anak muda pada dasarnya memiliki gagasan yang segar, tentu dengan banyaknya anak muda di politik maka akan banyak gagasan dan ide segar agar amanah melaksanakan demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 lebih terasa di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *