Menyongsong Era Generasi Muda yang Santun dan Produktif Terhadap Kenakalan Remaja

Keterangan Foto: Muhammad Fesal Mahasiswa Universitas Mataram. 

Mataram, merdekantb.com–Perkembangan jaman yang sudah semakin maju ini akan mempengaruhi kehidupan penerus generasi khususnya di Negara Indonesia. Berbekal pendidikan yang baik maka para remaja dapat melanjutkan kehidupan yang baik pula. Membangun generasi muda yang santun dan produktif, memerlukan campur tangan dari beberapa pihak. Bimbingan konseling perlu dilakukan agar dapat memberikan arah bagi remaja yang mengalami masalah,kenakalan remaja dipicu oleh kesalahan dalam menterjemahkan nilai-nilai kehidupan, situasi yang ada dalam keluarga dan lingkungan yang kurang kondusif.Konsep nilai-nilai kehidupan ditumbuhkan dari awal melalui agama dan cultur budaya yang akan membentuk watak. Lingkungan baik dan buruk merupakan tantangan kepada remaja di masa global saat ini.
Manajemen perilaku membentuk perilaku remaja melalui manajemen nilai, manajemen keluarga dan manajemen lingkungan.
Penambahan jumlah remaja yang bermasalah menjadi perhatian besar karena ada beberapa hambatan dalam menerapkan diversi, diantaranya budaya hukum masyarakat yang masih kurang mengenai keadilan restoratif yang berbasis musyawarah mufakat Perlunya wadah remaja untuk mengembangkan kreatifitas positip bagi mereka untuk kedepan dengan mengajarkan kewirausahaan yang banyak bermanfaat dan ikut andil dalam mengurangi kenakalan remaja.

Globalisasi memiliki dampak yang luas, baik positif maupun negatif. Salah satu yang sangat mudah terkena dampak dari globalisasi khususnya dampak negatif adalah remaja, karena pada masa ini masa transisi adalah peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, jika seseorang menunjukkan perilaku tertentu seperti sedang sulit untuk dikelola atau diatur, dikendalikan, mudah dipengaruhi, dan sebagainya.Pada titik ini, mereka mencari cara hidup yang paling cocok untuk mereka, dan ini sering dilakukan dengan coba-coba meskipun banyak kesalahan. Kesalahannya sering menimbulkan kecemasan dan perasaan tidak nyaman di lingkungan dan orang tuanya, kesalahan yang dilakukan remaja hanya Selain itu globalisasi di bidang budaya menyebabkan terjadinya interaksi dan ekspansi kebudayaan secara meluas melalui media massa.

Hal ini menyebabkan penyebaran dan interaksi budaya secara luas melalui media, yang ditandai dengan menguatnya pengaruh budaya materialistik (pemujaan material), sekularisme (pemisahan dunia dari dominasi agama, dan hedonistik (pemujaan kenikmatan duniawi). Budaya tersebut telah menimbulkan berbagai bentuk kriminalitas, sadisme, dan krisis moral yang meluas. Tanpa disadari, munculnya globalisasi tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga mengubah nilai-nilai budaya daerah sehingga berdampak pada tergerusnya nilai-nilai budaya, serta globalisasi telah mengikis nasionalisme suatu negara dengan mengurangi rasa patriotisme dan rasa percaya diri terhadap bangsa dan negara.
27 Oktober 2022.

Penulis: M. Fesal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *