LiHo Institut Gelar Diskusi Publik, Angkat Isu SARA Menjelang Pemilu 2024

Keterangan Foto: LiHo Institut Gelar Diskusi Publik. 

Mataram, merdekantb.com–Dalam rangka menangkal politik isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, LiHo Institut menggelar dialog publik bertajuk “Mengawal Issu Politik SARA menjelang Pemilu 2024 dalam Upaya Membangun Komitmen Bersama” bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD kota Mataram, NTB pada, Rabu 21 Desember 2022.

Direktur LiHo Institut, Muhammad Arif pada sambutannya menyampaikan, sebagai organisasi yang berfokus pada isu budaya, politik dan hukum perlu hadir memberikan solusi bagaimana menghindari kemungkinan terjadinya isu SARA pada Pemilu 2024 mendatang.

“LiHo hadir untuk mencerahkan, agar masyarakat NTB terhindar dari Politik SARA Menjelang Pemilu 2024,” ucapnya.

Lebih lanjut, Arif menyebut langkah tersebut dilakukan agar kehawatiran akan pemecahan antar kelompok dan golongan tidak terjadi. Pasalnya, menurut Arif pada hampir se4tiap Pemilu di Indonesia masih saja ada pihak-pihak atas dasar kepentingan memainkan isu tersebut.

“Indonesia adalah sebuah bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras serta budaya. Dari beragamnya entitas tersebut tentu banyak kepentingan didalamnya. Bahkan cara kotor pun dikait-dikit kan politik seperti isu SARA. Hal itu yang harus kita hindari dikhawtirkan akan melahirkan perpecahan antar kelompok dan golongan,” jelas Arif lebih lanjut.

Pada kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber Anggota KPU NTB, Agus Hilman, Hasan Basri, Anggota Bawaslu NTB, Dr. Alfi Sahrin, Wakil Dekan 3 Politeknik MFH Mataram, dan Taufan Abadi selaku Direktur LPW NTB. Hadir pula sebagai Keynote Speaker pada kegiatan ini, Ketua DPRD Kota Matatam, H. didi Sumardi.

Pada kesempayan yang sama, Ketua DPRD Kota Motaram, H. Didi Sumardi menganjurkan agar isu SARA harus sikapai dengan bijak dan tepat oleh masyarakat demi tercapainya tujuan Pemilu sesuai peraturan perundang-undangan.

“Politik identitas SARA tidak perlu harus kita takuti, tinggal bagaimana kita pemahaman secara tepat kaitan politik identitas SARA ini. Dan perlu juga tadi ya kita pilah mana yang kontra produktif mana yang produktif untik kita gunakan. Jangan dijeneralisir itu seolah-olah unsur SARA,” jelasnya.

H. Didi Sumardi juga menyampaikan apresiasinya kepada LiHo Institut karena menginisiasi kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi ya, ini juga bagian dari tugas saya sebagai Ketua DPRD adalah juga bagaimana ini bagian dari membangun kualitas kehidupan berdemokrasi. Dan Sangat penting bagi kita semua untuk memberikan dan membangun pemahaman yang utuh soal pemilu,” ucapnya.

Sementata itu, Agus Hilman saat diwaeancara mengajak para pemilih milenial untuk bersama-sama menjaga jalannya pemilu 2024 tetap berintegritas dan berkualitas. Menurutnya, keterlibatan aktif pemilih milenial pada pemilu 2024 sangat dibutuhkan.

“Untuk pemilih milenial, yang pertama adalah mari gunakan hak pilihnya nanti ya kedepan. Terus yang kedua, kami butuh milenial agar betul-betul berpartisifasi aktif di dalam menjaga pemilu 2024 ini agar berjalan dengan berintegritas dan berkualitas,” ajaknya.

Sebagai informasi, sebelumnya di beberapa kesempatan LiHo telah beberapa kali mengadekan dialog publik terkait isu narkoba dan dudaya.

Penulis: Akbar
Editor: Fesal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *