Keturunan Sultan Terus Diperebutkan, Masjid Bersejarah di Bima Tak Terurus dan Kusam

Keterangan Foto: Masjid Bersejarah di Bima. 

Kabupaten Bima, MerdekaNTB.Com–Memperebutkan darah biru terus terdengar ditelinga dimasyarakat Kabupaten Bima, beberapa oknum terus berdebat dan mengklaim diri sebagai keturunan Kesultanan Bima. Bukan saja terdengar langsung di telinga masyarakat Bima, namun di dinding media sosial terutama Facebook dan whatsapp pengklaiman keturunan Kesultanan terus dilontarkan oleh oknum yang mengaku diri memiliki darah biru tersebut.

Beberapa foto baik di dinding media maupun disudut jalan dengan label anak cucu Sultan terpajang jelas disudut-sudut jalan di kabupaten Bima. Namun, anehnya Masjid yang bersejarah di Kabupaten Bima terlihat tak terurus dan kusam sekali. Konon, Masjid tersebut adalah masjid pertama yang ada di Bima, foto masjid Bersejarah tersebut mendadak viral di media sosial Facebook setelah di posting oleh beberapa akun tersebut.

Dalam foto tersebut, masjid bersejarah tersebut terlihat tak terurus dan kusam, rumput yang lebat dan atapnya mulai mengkarat memperlihatkan masjid bersejarah tersebut tidak terurus dan tak berpenghuni.

Seharusnya, dari keturunan Kesultanan Bima merawat dan menjaga dengan baik tempat-tempat bersejarah terutama Masjid, karena memang tempat-tempat bersejarah adalah simbol perjuangan para pendahulu. Ketika tempat-tempat bersejarah dibiarkan kusam tak terurus seperti itu, maka halnya kita menghianati dan melupakan jasa-jasa para pejuang ditanah Mbojo.

Gelar Kesultanan tetap milik keturunan Sultan Bima, tak perlu diperdebatkan, yang menjadi titik fokus pemerintah Kabupaten Bima merawat dan menjaga dengan baik bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Bima.

Penulis: Adi
Editor: Fesal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *