Kepala Sekolah TK Sudirman Suhada Diduga Gelapkan Gaji Guru Selama Setahun

Ilustrasi Penggelapan Gaji Guru oleh Kepala Sekolah./ Foto : Dokumen Ali. 

Bima, merdekantb.com–Kesabaran para Guru di TK Sudirman Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima sudah habis, bagaimana tidak, selama satu tahun bahkan sudah lebih dari satu tahun gaji para guru tersebut belum juga dibayarkan oleh Kepala Sekolah TK Sudirman inisial EK dengan alasan uang tersebut sudah dipakai untuk kebutuhan pribadi dan membantu temannya.

Salah seorang guru yang enggan disebut namanya saat diwawancarai oleh wartawan media ini mengaku bahwa gajinya sudah ditelan sama Kepala Sekolah TK Sudirman alias di sudah digunakan oleh Kepala Sekolah tersebut untuk kebutuhan pribadinya, ungkapnya melalui via telpon whatsapp, Minggu (18/04/2024)

Guru tersebut mengaku sudah beberapa kali mendatangkan kediaman Kepala Sekolah TK Sudirman Suhada bersama lima guru lainnya untuk menagih Gaji mereka, karena alasan Kepala Sekolah TK Sudirman Suhada tersebut akan segera diganti, namun sampai hari ini belum juga diganti, imbuhnya.

Terbaru Kepala Sekolah TK Sudirman Suhada inisial EK tersebut menyuruh para gurunya mengaku sudah menerima gaji mereka ketika ada pihak-pihak yang bertanya tentang gajinya, terang salah seorang yang enggan namanya disebut saat diwawancarai media ini, Rabu (17/04/2024).

Iya membeberkan bahwa Kepala Sekolah inisial EK itu menyuruhnya mengaku sudah terima gaji ketika ditanya sama pihak terkait, bebernya.

Kami disuruh ngaku sudah menerima gaji ketika ditanya sama pengawas dan awak media, tapi dia juga berjanji akan menyelesaikan gaji kami satu minggu ini, pungkasnya.

Kami hanya minta gaji kami segera dibayarkan, katanya kemarin minggu ini mau dibayar, tapi sampai hari belum ada kabarnya Kepala Sekolah itu. 

Ditambahkannya, gali kami perbulan 250 Ribu/Guru, guru di sekolah itu sebanyak enam orang, kami belum Terima Gaji sudah satu tahun lebih. Coba dananya belum cair kami bisa pahami, tapi ini uang gaji kami dipake untuk kebutuhan pribadi dan untuk membantu kerabat Kepala Sekolah itu, kesalnya. 

Belum Lagi, Kepala Sekolah itu membuat peraturan semau-maunya, jika kami terlambat masuk ngajar gaji kami dipotong 10 Ribu, itu dihitung perhari bukan perbulan ya. 

Begitu juga kalau kami nda masuk sekolah gaji kami juga dipotong 15 Ribu, bayangkan kalau kami berenam sebanyak 5 kali sebelum sudah berapa itu, tandasnya.

Pokoknya banyak peraturan yang dikeluarkan oleh Kepala Sekolah Inisial EK itu yang tidak sesuai kondisi kami sebagai pengajar di TK itu, kami bukan sengaja terlambat dan tidak masuk ngajar, kami juga dituntut oleh kebutuhan keluarga kami, terangnya. 

Kami terlambat masuk ngajar dan tidak ngajar, karena kami harus mencari pendapatan sampingan untuk membantu ekonomi keluarga, tutupnya. 

Pewarta : Adi

Editor : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *