Kelompok KKN Tematik Unram Desa Sekaroh Menggelar Penyuluhan Pernikahan Dini

Keterangan Foto: Anggota kelompok KKN-T Unram bersama segenap partisipan penyuluhan pernikahan dini.

Sekaroh, merdekantb.com–Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Mataram Desa Sekaroh periode 20 Desember 2022 – 10 Februari 2023 menggelar Penyuluhan Pernikahan Dini pada Kamis (5/1/2023).
Penyuluhan dengan tema “Edukasi Pendewasaan Usia Pernikahan” diadakan di Aula Kantor Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Penyuluhan ini disambut baik oleh para partisipan.

Dalam rangka menyukseskan penyuluhan tesebut, kelompok KKN Tematik Unram Desa Sekaroh bekerjasama dengan lembaga terkait, yang dalam hal ini adalah Petugas Puskesmas Kecamatan Jerowaru Lidiya Wardani, Amd. Keb. sebagai pemateri untuk menyampaikan beberapa hal terkait peningkatan kesadaran masyarakat mengenai dampak pernikahan dini.
Tujuan penyuluhan tersebut adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat khususnya remaja di desa Sekaroh terkait dampak dari pernikahan usia dini dan upaya pencegahan yang perlu dilakukan untuk menurunkan angka pernikahan usia dini.

Upaya preventif pernikahan dini merupakan salah satu fokus pemerintah di desa Sekaroh untuk menekan kasus pernikahan dini, seperti yang dikatakan oleh pemateri dari Puskesmas Kecamatan Jerowaru saat menyampaikan materinya bahwa data kasus pernikahan dini di desa Sekaroh masih cukup tinggi.

”Oleh karena itu upaya pencegahan sangatlah penting, penyuluhan tidak harus dilakukan secara resmi, namun dapat juga dilakukan ketika sedang berkumpul bersama” tutur petugas Puskesmas Kecamatan Jerowaru.

Foto kegiatan penyuluhan pernikahan dini yang berlangsung di Aula kantor desa Sekaroh, acara penyuluhan ini turut dihadiri oleh sejumlah staf kantor desa, kepala dusun dan segenap lapisan masyarakat desa Sekaroh khususnya para remaja. Munawar selaku kepala dusun Pengoros Timuk yang turut hadir dalam acara ini memberikan respon positif atas diadakannya Penyuluhan Pernikahan Dini di desa Sekaroh.

“Mengenai kegiatan ini, kami bersyukur dan berterima kasih atas diadakannya acara Penyuluhan Pernikahan Dini, harapan kami semoga kegiatan ini diridhoi Allah dan dapat bermanfaat bagi desa dalam memberantas kasus pernikahan dini” tuturnya.

Menurut Zulkifli, salah satu warga desa Sekaroh yang juga hadir dalam acara tersebut menyimpulkan bahwa ketidaksiapan mental dan psikis mengakibatkan timbulnya berbagai dampak negatif bagi pelaku pernikahan dini.
“Kondisi emosional yang belum stabil di usia muda menyebabkan mereka sulit untuk mengambil keputusan dengan tepat, kurangnya perhatian orang tua dan pergaulan bebas menjadi pemicu timbulnya kasus pernikahan dini” tuturnya dalam sesi diskusi acara Penyuluhan Pernikahan Dini.

Editor: Fesal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *