HUKRIM  

Kapolres Dompu Ungkap Insiden Penembakan Terduga Pelaku Curi HP di Seneo

Keterangan foto: Kapolres Dompu (AKBP Iwan Hidayat, S.IK.)
Dompu, Merdekantb.com–Fakta penembakan terduga pelaku pencuri HP diduga dilakukan oleh anggota Tim Puma Polres Dompu saat dilakukan penangkapan pada Senin 18 Juli 2022 lalu kini terungkap.
Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, SIK yang ditemui awak media pada Senin 25 Juli 2022 menuturkan, bahwa terduga pelaku tersebut sengaja di tembak karena melakukan perlawanan saat digiring ke Polres Dompu.
“Memang pada saat penangkapan, dia (tersangka, red) tidak melakukan perlawanan tapi ketika  diperjalanan mobil anggota itu berhenti untuk menunggu rekan-rekan yang menggunakan roda dua supaya mereka lari beriringan, nah saat itulah kejadian (upaya terduga ingin melarikan diri, red)” Jelas Kapolres.
Diakui oleh Kapolres bahwa anggota Tim Puma saat itu lelai dalam mengkawal terduga pelaku, sebab, yang seharusnya tangan terduga di borgol namun mereka hanya mengikat menggunakan sabuk sehingga ada kesempatan terduga inggin melarikan diri sampai harus mengeluarkan tebakan untuk melumpuhkan terduga.
Dan memang tidak diborgol sama anggota, hanya diikat pakai tali pinggang, disitu upaya terduga ingin melarikan diri” ungkapnya.
Faktanya lagi, Kapolres mengatakan bahwa terduga merupakan seorang residivis atas kepemilikan senjata rakitan, pengancaman dan pencurian pada tahun lalu.
Yang terduga itu sudah residivis tiga kali, terkait kepemilikan senjata api rakitan, pengancaman sama 362 (pencurian), dia baru beberapa bulan yang lalu bebasnya” Tandasnya.
Sementara itu, tuju orang anggota Tim Puma Polres Dompu yang dilaporkan terkait dugaan penembakan tersebut yang disinyalir dilakukan diluar daripada SOP kini masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan pelanggaran SOP.
“Mereka sedang diperiksa untuk mendalami dugaan pelanggaran SOP, prosesnya masih berlangsung ” tandas Kapolres.
“Sementara ini kesalahan prosedur yang dilakukan anggota, kenapa terduga tidak borgol” Sesalnya.
Dikutip dari media ini sebelumnya, bahwa masyarakat Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu NTB menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang Mapolresta Dompu pada Jumat 22 Juli 2022.
Aksi unjuk rasa terjadi karena dipicu persoalan penembakan terhadap pelaku pencuri HP di Desa Saneo, pada Senin 18 Juli 2022 lalu.
Massa menilai Polisi terlalu arogan dalam mengambil tindakan tersebut sampai harus melepaskan Tima Panas terhadap pelaku, padahal pelaku sendiri sudah koperatif saat dilakukan penangkapan tanpa ada perlawanan. Akibatnya, kini terduga harus menjalani perawatan medis ruang ICU RSUD Dompu karena patah tulang.
Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *