Kamil Mataram: Tragedi Lambu Berdarah Historis Perjuangan Rakyat

Keterangan Foto: KAMIL Mataram Diskusi Publik Memperingati Hari Tragedi Lambu. 

Mataram, merdekantb.com– Acara dialog publik memperingati hari tragedi Lambu berdarah, sebagai refleksi untuk memutar kembali memory perjuangan rakyat Kecamatan Lambu, (Kedai 7 Kota Mataram).

Tanggal 24 Desember menjadi rutinitas bagi Mahasiswa Lambu Mataram, untuk memperingati hari tragedi Lambu berdarah. Historic perjuangan rakyat yang mempertahankan tanah leluhurnya di balik operasi tambang emas. Perlawanan demi perlawanan masyarakat Lambu hingga menewaskan dua orang meninggal dan puluhan luka-luka akibat serangan aparat kepolisian pada tahun 2012-2013. Hal itu, menjadikan Mahasiswa Lambu Mataram terus memutar kembali sejarah kelam tentang perjuangan rakyat demi mempertahankan tanah leluhurnya.

Ketua Umum Kerukunan Mahasiswa Lambu Mataram, Mul, melalui kegiatan dialog publik tentang refleksi tragedi Lambu berdarah, agar generasi hari ini mengetahui sejarah perjuangan rakyat demi mempertahankan tanah leluhurnya, jelasnya.

Tentunya, sejarah Lambu berdarah ini tidak boleh kita lupakan, apa lagi menganggap sebagai mitos. Akan tetapi sejarah Lambu Berdarah sebagai pijakan kita, agar kekayaan alam kita tidak semudah itu di rampas dan di kelola oleh negara asing, paparnya.

Sementara Pembina Kerukan Mahasiswa Lambu Mataram, Efendi Kusnandar, menyampaikan, Refleksi Tragedi Lambu berdarah adalah bagaimana mendaur kembali sejarah sebagai pijakan dan perjuangan kita saat ini untuk mempertahankan tanah leluhur kita. Jujur, saya adalah salah satu pelaku sejarah yang secar jelas mengetahui tentang persoalan itu. Tragedi itu tidak akan terjadi apa bila pihak pemerintah pada saat itu terbuka dan merespon secara cepat apa yg menjadi tuntutan rakyat, ungkapnya.

Lanjutnya, tetapi pemerintah menghiraukan tidak hingga masyarakat melakukan perlawanan dan terjadilah pemblokiran jalan, pembakaran kantor bupati, sampai bentrok masyarakat dan aparat kepolisian hingga menewaskan beberapa masyarakat Lambu, tuturnya.

Penulis: Akbar

Editor: Fesal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *