Dinilai Bernuansa Politik, Turnamen “Karang Taruna Cup” Desa Nata menuai banyak kritikan

Keterangan Foto: Turnamen Karang Taruna Cup Desa Nata. 

 

Kabupaten Bima, MerdekaNTB.Com–Final turnamen sepak bola mini yang di selenggarakan pada tanggal (19/09/2022) oleh karang taruna Berlian Desa Nata yang di hadiri ketua DPRD Kabupaten bima (Muhammad Putra Feriyandi) dan DPRD Kabupaten Bima Dapil VI (H.Suhartini) dikritisi oleh Ikatan Mahasiswa Nata Mataram karena di nilai terlalu politis.
Beberapa catatan penting yang di berikan oleh Ikatan Mahasiswa Nata Mataram (IMN-N) terhadap penyelenggaran dan pemerintah desa yang dipandang tidak profesional dan proporsional dalam menjalankan tugas dan fungsinya, terutama bagaimana turnamen sepak bola yang seharusnya yang di junjung tinggi nilai-nilai sportifitas malah di jadikan ruang untuk menaikan elektabilitas politisi dan partai politik.

Bukan saatnya Politik Pencitraan.
Di balik bagusnya penampilan dan manisnya janji-janji politik yang disampaikan seorang politisi dalam iklan-iklan politiknya, ada bahaya besar yang mengintai masyarakat desa nata. Politik pencitraan ternyata tidak hanya sebatas untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya agar seorang kandidat bisa terpilih dalam pemilu nanti, tapi ada bahaya terselubung yang harus segera disadari oleh masyarakat saat ini. Dengan politik pencitraan maka hak-hak masyarakat akan kembali tidak ditunaikan oleh penguasa.

Jika citra diartikan sebagai gambaran, maka pencitraan diartikan sebagai penggambaran yang diterima oleh komunikan atau khalayak sebagai efek dari terpaan informasi yang diterimanya, baik langsung maupun melalui perantara media. Pencitraan juga sebagai cara seseorang menghubungkan seseorang dengan orang lain, sehingga pencitraan dalam kegiatan politik dapat berhasil untuk memenangi target politik, seperti pemenangan parpol dan politisi pada pemilihan umum 2024 nanti

Apalagi dalam beberapa waktu kedepan Indonesia umumnya dan Kabupaten Bima Khususnya akan menyelenggarakan pesta demokrasi serentak,dan pemerintah desa nata harus bijak dan profesional dalam menjalankan amanah Masyarakat,jangan sampai di intervensi oleh partai politik sehingga dapat menimbulkan perpecahan dan polarisasi di tengah masyarakat,ini akan menjadi cacatan buruk bagi even olahraga yang di selenggarakan di desa Nata, Ujar Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Nata Mataram (Anang Juriawan), Selasa (20/09).

 

Penulis: Adi

Editor: Fesal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *