HUKRIM  

Diduga di Korupsi, Proyek Pemeliharaan Jalan Lintas Pantai-Nggelu Dilaporkan di Kejati NTB

Keterangan Foto: Tim Investigasi LAPAS NTB Laporkan Proyek Pemeliharaan Jalan Lintas Pantai Papa-Nggelu, Jalan Wera Sori Mila-Osri Na,e.

Mataram, merdekantb.com–Pemeliharaan berkala jalan Wera Sori Mila. Sori mila – Sori Na,e, Papa – Nggelu, Kabupaten Bima Provinsi NTB di duga ada bau amis korupsi. Pagu anggaran dengan nilai kontrak Rp. 10.498.000.000.00. tahun anggaran 2021, yang di pelaksana oleh PT. Budi Mas, ungkap Firdaus Tim Investigasi LAPAS NTB kepada media ini, Jum’at (10/02).

Dari hasil temuan tim investigasi LAPAS NTB di lapangan menemukan bahwa pekerjaan proyek perawatan jalan tersebut dinilai bekerja secara asal-asalan baik dari Talu, raba, krikil, hotmix, katanya.

Adapun beberapa temuan tim investigasi LAPAS NTB (Talu) yang sekarang sudah hancur total dan bahkan bisa dengan mudah di hancurkan dengan jari tangan, entah kekurangan smen atau pasir, bebernya.

Kemudian pekerjaan (Raba), lebar dan panjang tentunya harus merata. Sementara temuan kami di lapangan ada yg di kerjakan dan ada juga yg tidak di kerjakan. Lebar pun tak menentu ada yang satu meter, ada yang setengah meter dan adapun seperempat meter, tuturnya.

(Krikil) yang seharusnya ukuran 50 mm. Namun yang terjadi di lapangan di bawah 25 mm. Dan itupun di campur dengan tanah. Sementara yang terjadi sekarang kondisi aspal sudah terlihat adanya kerusakan karena di sebabkan takaran material tidak sesuai dengan kondisi yang ada.

Sementara itu, tanah bantalan Raba di keruk dari gunung sekitar dan kemudian pembuatan jembatan di jalan menuju Papa Nggelu materialnya (Batu) di ambil dari sungai untuk membangun kontruksi jembatan tersebut.

Dengan hal itu, dari sekian anggaran puluhan milyar tersebut maka kami dari LAPAS NTB menduga ada operasi senyap dari pihak PUPR Kabupaten Bima dan pihak kontraktor sengaja menggorok anggaran negara dengan memanipulasi data material serta pekerjaan amburadul.

Lanjutnya, Lembaga Advokasi Pemuda Anti Korupsi (LAPAS) Nusa Tenggara Barat telah melaporkan proyek pemeliharaan jalan tersebut karena diduga kuat terjadi praktek tindak pidana Korupsi di KEJATI NTB.

Pewarta: Akbar

Editor: Fesal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *