Demo Tolak Kenaikan BBM di Mataram, Pendemo Jadikan Nama Sambo Sebagai Yel-Yel

Keterangan Foto: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Kantor DPRD Provinsi NTB.

Mataram, MerdekaNTB.Com–Ribuan mahasiswa kembali melakukan demontrasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak BBM aksi tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian Polda NTB dan Polresta Mataram. Mahasiswa memaksa masuk ke dalam ruangan kantor DPRD NTB beberapa mahasiswa di amankan polisi. Kamis, (8/9/2022).
Tak hanya menolak kenaikan BBM, mahasiswa menyebut bahan pokok juga ikut naik dan berpengaruh langsung pada harga beli yang menurun drastis. Disebutkan, selain persoalan kenaikan BBM yang mencekik rakyat juga menyangkut regulasi hukum akhir ini yang tidak memihak pada rakyat.
“Contohnya persoalan penanganan hukum Ferdi Sambo (Fs) sampai hari ini tak mampu direalisasikan dengan baik”ungkapnya
Teriakan Yel Yel pun terdengar “Polisi Sambo” sesaat rombongan barisan mahasiswa menuju pintu utama (masuk) kantor DPRD NTB untuk menyampaikan orasi. “Pernah dengar polisi tembak polisi, teriakan korlap di depan barikade polisi”
Yel Yel di Teriaki sesaat setelah di amankan beberapa kader IMM oleh polisi saat demonstrasi berlangsung. Aksi demo pun kembali kondusif.
Kaitan regulasi hukum, mahasiswa dalam orasinya menyebut kenaikan BBM sengaja dimainkan oleh pemerintah. “Kenaikan BBM Kepentingan politik 2024 sengaja di mainkan oleh pemerintah di seluruh pemerintah”
Untuk diketahui, hari ketiga aksi penolakan kenaikan harga BBM diikuti oleh ribuan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Mataram (IMM), Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (Himmah NWDI NTB), dan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram. Mereka menyampaikan tiga poin tuntutan.
Pertama, menuntut Presiden RI dan DPR RI untuk membatalkan kebijakan kenaikan BBM. Kedua, mendesak pemerintah secara serius dan sungguh – sungguh memberantas mafia BBM.
Menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran. Ketiga, menuntut pemerintah mengeluarkan kebijakan sistematis guna mampu menekan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat luas.

Penulis: Anto

Editor: Fesal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *