Ady Mahyudin dan Maman Direkom PAN Maju di Pilkada Bima, Perang Internal Dimulai?

Ady Mahyudin dan Muhammad Aminurlah./ Foto : Dokumen Google. 

Kabupaten Bima, merdekantb.com–Keberadaan figur antara Ady Mahyudin dan Muhammad Aminurlah atau yang akrab disapa Maman selalu menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat Bima terkhusus dalam urusan internal Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima, bagaimana tidak, estafet kepemimpinan DPD PAN Kabupaten Bima selalu menjadi perebutan antara Ady Mahyudin dan Muhammad Aminurlah, ungkap Aron pada media ini, Kamis (25/04/2024).

Kata Aron, tokoh muda asal Desa Sumi, Kecamatan Lambu yang juga dekat dengan dua sosok figur yakni Ady Mahyudin dan Muhammad Aminurlah bahwa dua figur tersebut selalu menghangatkan kursi kepemimpinan DPD PAN Kabupaten Bima. Perebutan kursi kepemimpinan DPD PAN Kabupaten Bima selalu dikaitkan dengan dua sosok figur tersebut, katanya.

Mereka bagaimana minyak dan air, pandangan politiknya selalu berseberangan, apalagi baru-baru ini DPW PAN Provinsi NTB sudah resmi merekom Ady Mahyudin dan Muhammad Aminurlah untuk maju di Pilkada Bima, jelasnya.

Direkomnya Ady Mahyudin dan Muhammad Aminurlah ini menandakan perang internal dimulai, dua sosok figur Ady Mahyudin dan Muhammad Aminurlah selalu berebutan dalam urusan siapa yang lebih hebat di internal PAN Kabupaten Bima. Hal ini bukan lagi rahasia umum, tapi sudah menjadi hal biasa yang dikonsumsi masyarakat setiap tahunnya.

Itu pandangan saya terkait direkom kedua figur itu yakni Ady Mahyudin dan Muhammad Aminurlah, dua sosok figur itu selalu bertentangan kalau urusan internal PAN terutama PAN Kabupaten Bima, ucap Aron.

“Itu bukan hanya sekedar pandangan dan analisa saya, tapi ini sudah menjadi isu hangat setiap Tahun, saya yakin masyarakat Bima tahu tentang dua figur itu kalau urusan internal PAN,” tuturnya.

“Ya, sudah menjadi hal yang lumrahlah bagi kita aktivis dan pegiat perpolitikan di Kabupaten Bima,” bebernya.

Ditambahkannya, lihat aja nanti bagaimana perkembangannya di internal PAN, kalau nda percaya apa yang saya katakan, tutupnya.

 

Pewarta : Adi

Editor : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *